WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membantah keras laporan sejumlah media yang menyebut pejabat militer tertinggi AS menentang rencana perang melawan Iran. Ia menegaskan kabar tersebut tidak benar dan menyebutnya sebagai informasi palsu.
Isu itu mencuat setelah beberapa media di Amerika Serikat dan Israel melaporkan bahwa Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Daniel Caine, dikabarkan memperingatkan pemerintahan Trump agar tidak melancarkan serangan terhadap Iran. Laporan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan terkait perundingan nuklir yang kembali dibahas sejak awal Februari.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui platform media sosial Truth Social, Trump menyebut kabar mengenai penolakan sang jenderal sebagai “100 persen tidak benar”. Ia menyatakan tidak ada sumber jelas yang dapat menguatkan klaim tersebut dan menilai pemberitaan itu sengaja dibuat menyesatkan.
Trump juga menegaskan bahwa Jenderal Caine tidak pernah menyampaikan penolakan terhadap kemungkinan langkah militer. Menurutnya, sang jenderal memahami bahwa keputusan berada di tangan presiden dan militer akan menjalankan perintah apabila memang diperlukan.
Lebih lanjut, Trump menekankan bahwa dirinya tetap mengedepankan jalur diplomasi dalam menghadapi Iran. Namun, ia mengingatkan bahwa kegagalan mencapai kesepakatan dapat membawa konsekuensi serius. Ia menegaskan bahwa keputusan akhir terkait langkah terhadap Iran sepenuhnya berada di tangannya sebagai presiden.
Ketegangan antara Washington dan Teheran belakangan kembali menjadi sorotan, terutama setelah sejumlah laporan menyebut adanya opsi militer yang tengah dipertimbangkan. Meski demikian, hingga kini belum ada keputusan resmi yang diumumkan terkait kemungkinan tindakan militer tersebut.
(Red.EH)


0 Comments