Breaking News

Pemerintah Tahan Kenaikan Harga Pertalite di Tengah Lonjakan Minyak Dunia

 

Jakarta – Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir triwulan pertama tahun 2026. Kepastian tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung.

Menurutnya, Pertalite yang memiliki kadar RON 90 merupakan BBM bersubsidi yang harganya masih dipertahankan oleh pemerintah. Saat ini, bahan bakar tersebut tetap dijual dengan harga Rp10.000 per liter meskipun harga minyak dunia tengah mengalami gejolak.

Kepada awak media, Yuliot menjelaskan bahwa pemerintah telah memutuskan untuk tidak melakukan penyesuaian harga Pertalite hingga berakhirnya triwulan pertama tahun ini.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah akan terus memantau perkembangan harga minyak mentah dunia yang belakangan mengalami kenaikan akibat dinamika geopolitik, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah.

Selain itu, pemerintah juga akan mengevaluasi alokasi subsidi serta kompensasi energi yang telah disiapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hasil evaluasi tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan kebijakan selanjutnya terkait harga BBM bersubsidi.

Sementara itu, sebelumnya Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga menegaskan bahwa harga BBM subsidi dipastikan tidak mengalami kenaikan dalam waktu dekat. Saat ini, Pertalite masih dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Solar subsidi atau Biosolar berada di angka Rp6.800 per liter.

Pernyataan tersebut muncul sebagai respons terhadap lonjakan harga minyak mentah dunia yang sempat menembus angka sekitar US$110 per barel. Meski demikian, pemerintah memastikan masyarakat tidak perlu khawatir karena harga BBM subsidi masih tetap dipertahankan.

(Red.EH)

0 Komentar

© Copyright 2022 - TOP BERITA
https://www.topberita.online/p/box-redaksi.html