Breaking News

Remaja Penjaga Kursi Pijat Syok Dituduh Mencuri

  

Surabaya — Seorang remaja berinisial A (17), penjaga kursi pijat di area Stasiun Gubeng, menjadi perbincangan setelah dituduh mencuri gelang emas milik seorang konsumen. Tuduhan tersebut membuat A terpukul hingga menangis karena merasa tidak melakukan perbuatan yang dituduhkan.

Peristiwa itu terjadi pada Senin (2/2) sekitar pukul 13.00 WIB. Seorang pelanggan perempuan mengaku kehilangan gelang emas usai menggunakan kursi pijat yang dijaga A. Ia menuding gelangnya hilang setelah melepasnya saat sesi pijat berlangsung.

Menanggapi tuduhan tersebut, pihak pengelola langsung membongkar bagian kursi pijat yang digunakan pelanggan. Namun, tidak ditemukan benda yang dimaksud.

Leader operasional setempat menjelaskan kepada awak media bahwa secara logika, jika gelang terjatuh di bagian alat pijat tangan, seharusnya tetap terlihat karena tidak ada celah tertutup di area tersebut. Bila terlepas, gelang kemungkinan jatuh ke sela terbuka atau ke bagian bawah.

Pelanggan sebelumnya juga menuding A memaksa tangannya masuk ke alat pijat hingga merasa kesakitan. Namun berdasarkan pengakuan A, ia hanya menjalankan prosedur operasional standar dengan mengarahkan, bukan memaksa.

Untuk memastikan kebenaran, pengelola membuka rekaman CCTV dari awal pelanggan datang hingga kejadian berlangsung. Hasilnya, tidak terlihat adanya tindakan pemaksaan. Rekaman juga memperlihatkan bahwa pelanggan hanya mengenakan satu gelang jenis bangle sejak awal datang.

Pengelola bahkan memutar ulang dan memperbesar bagian tangan dalam rekaman tersebut untuk memastikan detailnya. Sejumlah saksi yang ikut melihat rekaman menyatakan hanya ada satu gelang yang terlihat, bukan dua seperti yang diklaim pelanggan.

Rekaman itu juga telah ditunjukkan kepada pihak keluarga pelanggan, yang disebut turut menyatakan hanya melihat satu gelang di tangan yang bersangkutan. Meski demikian, pelanggan tetap bersikeras merasa memakai dua gelang emas.

Pada malam harinya, pelanggan kembali dan meminta agar kantong A diperiksa karena menilai A terlihat gugup. Pemeriksaan dilakukan langsung di hadapannya, namun tidak ditemukan gelang yang dimaksud.

Bahkan, pelanggan sempat meminta A untuk mengakui perbuatannya dengan janji tidak akan melaporkan ke pihak berwajib dan menawarkan imbalan. Namun A tetap membantah tuduhan tersebut.

Hingga kini, persoalan itu belum dilaporkan ke kepolisian. Pihak pengelola menyatakan akan menempuh langkah hukum apabila tuduhan tersebut tidak terbukti dan terus bergulir. Sementara itu, A untuk sementara diminta beristirahat selama dua hari agar kondisi mentalnya kembali stabil.

Kasus ini pun menjadi perhatian publik setelah viral di media sosial, dengan banyak warganet menyoroti pentingnya verifikasi sebelum melayangkan tuduhan serius kepada seseorang.

(Red.EI)

0 Komentar

© Copyright 2022 - TOP BERITA
https://www.topberita.online/p/box-redaksi.html