Breaking News

Bentrok Anak Punk dan Sopir Truk di Perempatan RS Baptis Picu Kepanikan Warga

 
Polsek Pesantren memberikan imbauan kepada anak punk untuk bersikap sopan dan santun. (photo by radar kediri)


KEDIRI - Bentrokan yang melibatkan puluhan anak punk dan seorang sopir truk di perempatan RS Baptis pada Jumat (26/6) pagi sempat membuat warga Kelurahan Bangsal, Kecamatan Pesantren, merasa khawatir. Warga baru berani melerai setelah petugas dari Polsek Pesantren tiba di lokasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 09.20 WIB. Sebanyak 23 anak punk terlibat dalam bentrokan dengan sopir sebuah truk gandeng.

Seorang warga setempat, Joko (48), mengaku mendengar suara teriakan sehingga langsung keluar rumah. Saat itu, ia melihat puluhan anak punk melempari truk menggunakan batu. Sementara itu, sopir truk yang tidak terima turun dari kendaraannya sambil membawa tongkat besi untuk menghadapi gerombolan tersebut. Setelah kejadian itu, truk gandeng langsung meninggalkan lokasi.

Kanit Lantas Polsek Pesantren, AKP Amir Wibowo, menjelaskan bahwa rombongan yang terdiri atas 20 anak punk laki-laki dan tiga perempuan sebelumnya menumpang truk dari arah Tulungagung menuju Kediri. Ketika tiba di perempatan RS Baptis, mereka turun dari truk. Namun, karena dilakukan secara tergesa-gesa dan kurang memperhatikan kondisi lalu lintas, sebuah truk yang melaju dari belakang menyenggol dua orang di antara mereka. Akibatnya, satu orang mengalami luka lecet, sedangkan seorang lainnya tidak mengalami cedera.

Peristiwa tersebut memicu emosi rombongan anak punk hingga akhirnya terjadi bentrokan. Menurut Amir, laporan mengenai keributan diterima sekitar pukul 09.30 WIB. Saat petugas tiba di lokasi, truk yang diduga terlibat sudah tidak berada di tempat sehingga tidak dapat dimintai pertanggungjawaban atas korban yang mengalami luka.

Setelah situasi berhasil dikendalikan, polisi memeriksa seluruh anak punk yang berada di lokasi, termasuk melakukan pengecekan terhadap kemungkinan adanya minuman keras maupun obat-obatan terlarang. Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan barang-barang tersebut. Namun, petugas menyita sebuah gunting yang dibawa salah seorang dari mereka.

Selain itu, pihak kepolisian memberikan imbauan agar mereka lebih tertib saat mencari tumpangan di jalan, tidak memaksakan diri, tidak membuat keributan, serta menghindari penggunaan kata-kata yang tidak pantas. (red) 

0 Komentar

© Copyright 2022 - TOP BERITA
https://www.topberita.online/p/box-redaksi.html