NGANJUK- Sejumlah Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di wilayah pinggiran Kabupaten Nganjuk masih menghadapi persoalan minimnya jumlah peserta didik baru pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Meski tahapan pendaftaran secara daring telah resmi ditutup pada 25 Juni, masih terdapat tujuh SMPN yang belum mampu memenuhi pagu penerimaan siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk menjelaskan bahwa secara umum pelaksanaan SPMB jenjang SMP telah selesai sesuai jadwal. Namun, pemerintah daerah memberikan kesempatan kepada sekolah-sekolah yang belum memenuhi kuota untuk memperpanjang masa pendaftaran.
Perpanjangan tersebut tidak lagi dilakukan melalui sistem daring, melainkan secara luring (offline). Calon peserta didik yang ingin mendaftar harus datang langsung ke sekolah tujuan dengan membawa dokumen persyaratan, seperti ijazah atau surat keterangan lulus serta kartu keluarga. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi siswa yang belum sempat mendaftar sekaligus membantu sekolah memenuhi daya tampung yang masih tersedia.
Data Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk menunjukkan terdapat tujuh SMPN yang masih kekurangan murid. Salah satunya adalah SMPN 5 Kertosono yang hingga penutupan daftar ulang baru memperoleh 10 siswa dari total kuota 32 kursi. Dengan demikian, sekolah tersebut masih membutuhkan 22 peserta didik untuk memenuhi pagu yang telah ditetapkan.
Kondisi serupa juga dialami sejumlah SMP Negeri Satu Atap, yakni SMPN Satu Atap Ngetos, SMPN Satu Atap Loceret, SMPN Satu Atap Lengkong, SMPN Satu Atap Sawahan, dan SMPN Satu Atap Rejoso. Rendahnya jumlah pendaftar di sekolah-sekolah tersebut mencerminkan masih adanya ketimpangan pemerataan peserta didik antara sekolah di kawasan perkotaan dan wilayah pinggiran.
Di sisi lain, sekolah-sekolah yang berada di pusat Kabupaten Nganjuk justru menunjukkan kondisi sebaliknya. Tujuh SMP Negeri di Kecamatan Nganjuk telah berhasil memenuhi seluruh kuota penerimaan. Tingginya minat masyarakat terhadap sekolah-sekolah di kawasan perkotaan membuat persaingan antarcalon siswa berlangsung lebih ketat dibandingkan sekolah di daerah pinggiran.
Fenomena tersebut menjadi tantangan bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk dalam mewujudkan pemerataan layanan pendidikan. Selain dipengaruhi jumlah lulusan sekolah dasar di masing-masing wilayah, kecenderungan masyarakat memilih sekolah yang dianggap lebih unggul atau berada di lokasi strategis juga menjadi salah satu penyebab tidak meratanya jumlah peserta didik.
Dinas Pendidikan memastikan masa perpanjangan pendaftaran akan berlangsung hingga dimulainya kegiatan belajar mengajar (KBM) tahun ajaran baru pada 13 Juli mendatang. Selama periode tersebut, sekolah-sekolah yang masih kekurangan murid diminta aktif melakukan sosialisasi dan menjaring calon peserta didik di wilayah sekitarnya agar kuota penerimaan dapat terpenuhi.
Kebijakan perpanjangan pendaftaran juga diberlakukan bagi sejumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang mengalami kondisi serupa. Pemerintah Kabupaten Nganjuk berharap seluruh sekolah negeri dapat memenuhi pagu penerimaan sebelum tahun ajaran baru dimulai sehingga proses pembelajaran dapat berjalan secara optimal.(red/lis)

0 Komentar