Breaking News

Bakar Daduk Tebu di Tengah Cuaca Panas, Warga Mojo Meninggal Dunia

 
Petugas damkar lakukan penanganan kebakaran lahan tebu (photo by radar kediri)


Top Berita, Kediri – Peristiwa tragis terjadi di kawasan perkebunan tebu di Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Senin (6/7). Seorang petani bernama Sakrum, warga Dusun Minden, Desa Pamongan, meninggal dunia saat membakar sisa daun tebu kering di lahannya. Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dengan posisi menyerupai orang yang sedang sujud.

Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, insiden itu menyebabkan satu orang meninggal dunia.

"Ada satu orang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula sekitar pukul 10.30 WIB ketika korban mulai membakar sisa daun tebu kering atau daduk di lahan tebu yang berada di Dusun Jatimalang, Desa Kedawung, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Pembakaran dilakukan untuk membersihkan lahan setelah masa panen.

Saat korban beraktivitas, seorang warga bernama Kholil sempat mengingatkan agar pembakaran dihentikan. Ia menilai kondisi cuaca saat itu sangat panas disertai tiupan angin yang cukup kencang sehingga berpotensi menyebabkan api cepat meluas.

Namun, peringatan tersebut tidak dihiraukan oleh korban. Setelah menyampaikan imbauannya, Kholil meninggalkan lokasi.

Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 13.00 WIB, Kholil kembali ke area perkebunan. Sesampainya di lokasi, ia mendapati sepeda motor milik korban masih terparkir di dekat lahan, sementara api telah membakar area kebun tebu. Meski demikian, korban tidak terlihat di sekitar lokasi.

"Saksi berusaha memanggil korban berulang kali, tetapi tidak ada jawaban. Kendaraan korban masih berada di tempat sehingga saksi merasa ada sesuatu yang tidak beres," terang Kaleb.

Merasa khawatir, saksi kemudian menghubungi perangkat Desa Kedawung untuk bersama-sama melakukan pencarian di sekitar lokasi kebakaran. Setelah dilakukan penyisiran, korban akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di tengah lahan dengan posisi menyerupai orang yang sedang bersujud.

Mengetahui kejadian tersebut, perangkat desa segera menghubungi petugas Pemadam Kebakaran Pos Ngadiluwih, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas Desa Kedawung untuk melakukan penanganan di lokasi.

Proses pemadaman api dimulai sekitar pukul 13.50 WIB dan baru berhasil diselesaikan pada pukul 15.35 WIB. Upaya pemadaman melibatkan satu unit armada Damkar Pos Ngadiluwih beserta empat personel. Selain mengevakuasi korban, petugas juga berupaya mencegah api meluas ke area perkebunan lainnya.

Akibat kebakaran tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp130 juta.

Sementara itu, Kapolsek Mojo Iptu Mahmud Satriawan membenarkan adanya peristiwa tersebut. Polisi telah melakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian. Namun, pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak menghendaki dilakukan autopsi.

"Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan telah mengikhlaskan agar korban dapat segera dimakamkan," ujar Mahmud.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran lahan, terutama ketika cuaca panas dan angin bertiup kencang. Kondisi tersebut tidak hanya meningkatkan risiko kebakaran meluas, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan jiwa.(red/lis)

0 Komentar

© Copyright 2022 - TOP BERITA
https://www.topberita.online/p/box-redaksi.html