Video kejadian yang beredar luas di media sosial memperlihatkan kedua remaja telah dikelilingi warga. Keduanya tampak diamankan dengan tangan diikat menggunakan tali pengikat plastik (cable ties) untuk mencegah mereka melarikan diri sebelum petugas kepolisian tiba.
Dalam rekaman tersebut, terdengar seorang warga menunjukkan barang bukti berupa sebilah pisau yang ditemukan di dalam tas salah satu remaja. Warga juga menyebutkan bahwa terdapat satu senjata tajam lainnya, yakni celurit, yang diduga telah dibawa kabur oleh rekan mereka yang berhasil melarikan diri dari lokasi.
"Ini senjata tajamnya, pisau. Satu lagi celurit dibawa temannya yang kabur," ujar seorang warga dalam video yang beredar.
Tak lama setelah kejadian, Tim Perintis Presisi Polres Metro Depok tiba di lokasi untuk mengamankan situasi sekaligus mengevakuasi kedua remaja dari kerumunan warga. Petugas kemudian membawa keduanya guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Hendra, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa kejadian berlangsung pada Selasa (7/7) di Jalan Raya Citayam, Depok. Polisi bergerak ke lokasi setelah menerima laporan masyarakat mengenai dugaan tawuran yang melibatkan pelajar.
"Setelah sampai di lokasi, tim melakukan pemeriksaan serta melakukan mediasi," ujar AKP Hendra dalam keterangannya, Kamis (9/7).
Polisi mengidentifikasi kedua remaja yang diamankan masing-masing berinisial MR dan KR. Setelah proses pengamanan di lokasi selesai, keduanya dibawa ke Polsek Pancoran Mas untuk dimintai keterangan serta menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait dugaan keterlibatan dalam rencana aksi tawuran.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengungkap kronologi lengkap kejadian, termasuk menelusuri keberadaan remaja lain yang diduga melarikan diri sambil membawa senjata tajam. Polisi juga mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka guna mencegah keterlibatan dalam aksi tawuran yang dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.(red/lis)

0 Komentar