Breaking News

Kecelakaan Maut di Indramayu Tewaskan 10 Orang, Pikap Berisi Rombongan Hajatan Terlibat Tabrakan Beruntun


Lokasi kecelakaan maut rombingan pengantin di Indramayu. (photo by liputan6)


Indramayu
– Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di jalur Pantura wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Minggu (12/7/2026). Tabrakan beruntun yang melibatkan sebuah mobil pikap Daihatsu Grand Max, truk Hino Wing Box, dan truk Hino bak tersebut mengakibatkan sedikitnya 10 orang meninggal dunia, sementara delapan korban lainnya mengalami luka berat maupun luka ringan.

Sopir truk Hino Wing Box, Deden Ibad, mengatakan dirinya sedang dalam perjalanan dari arah Cikampek menuju Kota Semarang saat insiden itu terjadi. Menurutnya, tabrakan tidak dapat dihindari karena jarak antarkendaraan yang sudah terlalu dekat.

"Truk menabrak kendaraan di depan dari arah belakang saat perjalanan menuju Semarang," ujar Deden.

Ia juga memastikan kondisi truk yang dikemudikannya dalam keadaan layak jalan, termasuk sistem pengereman yang disebut berfungsi normal. Deden mengaku tidak sanggup melihat langsung kondisi para korban setelah kecelakaan terjadi.

"Rem dalam kondisi bagus. Saya tidak berani melihat kondisi korban," katanya.

Kronologi Kecelakaan

Kanit Gakkum Satlantas Polres Indramayu, Ipda Masnan, menjelaskan kecelakaan bermula ketika mobil pikap Daihatsu Grand Max bernomor polisi E 8559 RB yang dikemudikan Warkidi melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon. Kendaraan tersebut mengangkut 17 penumpang yang baru saja menghadiri acara pernikahan.

Saat tiba di lokasi kejadian, mobil pikap diduga berhenti di lajur kanan karena hendak melakukan putar balik. Pada saat bersamaan, truk Hino Wing Box yang melaju searah dari belakang tidak sempat menghindar sehingga menabrak bagian belakang pikap dengan keras.

Benturan tersebut membuat mobil pikap terdorong ke jalur berlawanan dan kemudian kembali bertabrakan dengan truk Hino bak yang datang dari arah Cirebon menuju Jakarta. Akibat tabrakan beruntun itu, kendaraan pikap mengalami kerusakan parah.

Tiga korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara tujuh korban lainnya mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka berat yang diderita.

Data Korban

Berdasarkan data kepolisian, total korban meninggal dunia mencapai 10 orang, terdiri dari orang dewasa dan anak-anak. Sebagian besar korban merupakan warga Kecamatan Lelea dan Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, yang berada dalam rombongan yang sama.

Sementara itu, empat orang mengalami luka berat, yakni Warkidi (45), Tamara (22), Olivia (4), dan Bayu Kelana (8). Empat korban lainnya mengalami luka ringan, yaitu Wandi (29), Saba (11), Jesika (2), dan Salma Yanti (4). Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit setempat.

Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk mengumpulkan keterangan para saksi, memeriksa kondisi kendaraan yang terlibat, serta melakukan olah tempat kejadian perkara. Aparat juga mengimbau para pengguna jalan agar selalu memperhatikan kondisi lalu lintas, menjaga jarak aman antarkendaraan, serta memastikan manuver seperti putar balik dilakukan di lokasi yang aman guna mencegah terjadinya kecelakaan serupa.(red/lis)

0 Komentar

© Copyright 2022 - TOP BERITA
https://www.topberita.online/p/box-redaksi.html