Breaking News

Kuota SMA Negeri Belum Penuh, Cabdindik: Sekolah Swasta Tetap Pilihan Berkualitas

Kepala Cabdindik Jatim Wilayah Kediri Adi Prayitno.(photo by radar kediri)


KEDIRI- Tahapan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA negeri di Kediri Raya resmi berakhir setelah proses pemenuhan sisa kuota ditutup. Di tengah berakhirnya seluruh rangkaian seleksi, muncul kabar yang menyebut Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Kediri memberikan rekomendasi agar sejumlah calon siswa diterima di SMA negeri tertentu.

Informasi tersebut langsung dibantah oleh Cabdindik Jatim Wilayah Kediri. Kepala Cabdindik Jatim Wilayah Kediri Adi Prayitno menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan rekomendasi ataupun menitipkan calon peserta didik ke sekolah negeri mana pun. Menurutnya, peran cabdindik sebatas memberikan informasi kepada masyarakat mengenai sekolah-sekolah yang masih memiliki sisa kuota setelah seluruh tahapan seleksi selesai.

Adi menjelaskan, seusai pengumuman hasil SPMB, cukup banyak orang tua bersama anaknya yang datang ke kantor Cabdindik untuk berkonsultasi. Sebagian besar menyampaikan keresahan lantaran putra-putrinya belum berhasil diterima di SMA negeri.

"Ada murid beserta orang tuanya yang datang ke cabdin untuk berkonsultasi karena anaknya belum mendapatkan sekolah," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Cabdindik memberikan pendampingan sekaligus edukasi kepada para orang tua. Salah satunya dengan menjelaskan bahwa kesempatan melanjutkan pendidikan tetap terbuka melalui sekolah swasta. Selain itu, masyarakat juga diberikan informasi mengenai sejumlah SMA negeri di Kabupaten Kediri yang hingga pekan ini masih memiliki kuota kosong.

Sedikitnya terdapat enam SMA negeri di Kabupaten Kediri yang pagunya belum terpenuhi setelah tahapan pemenuhan kuota berakhir. Namun demikian, menurut Adi, banyak calon siswa justru memilih langsung mendaftar ke sekolah swasta daripada menunggu kemungkinan pengisian kuota di sekolah negeri tersebut.

"Sampai sekarang masih ada sekolah yang kuotanya belum terpenuhi. Tetapi banyak calon murid yang langsung memilih sekolah swasta," katanya.

Adi menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya menghapus anggapan adanya perbedaan kualitas antara sekolah negeri dan swasta. Menurutnya, mutu pendidikan saat ini semakin merata karena seluruh sekolah mengacu pada standar nasional yang sama, baik dari sisi kurikulum, tenaga pendidik, maupun proses pembelajaran.

"Prinsipnya, kami memberikan pemahaman kepada calon murid maupun orang tua bahwa sekolah di mana pun sama. Yang terpenting anak belajar dengan sungguh-sungguh," tegasnya.

Ia berharap masyarakat tidak lagi memandang sekolah negeri sebagai satu-satunya pilihan. Selama memiliki komitmen belajar, siswa tetap memiliki peluang meraih prestasi meski menempuh pendidikan di sekolah swasta.

Hal senada juga disampaikan Dinas Pendidikan Kota Kediri untuk jenjang SMP. Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Kediri Achmad Wartjiantono mengatakan daya tampung SMP negeri memang tidak sebanding dengan jumlah lulusan SD setiap tahunnya. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian calon peserta didik dipastikan tidak dapat tertampung di sekolah negeri.

Karena itu, masyarakat diminta tidak ragu memilih sekolah swasta sebagai alternatif pendidikan.

"Masih banyak sekolah swasta di Kota Kediri yang memiliki kualitas baik dan layak menjadi pilihan masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya," ujarnya.

Anton, sapaan akrab Achmad Wartjiantono, menyebut hingga saat ini sejumlah SMP swasta masih membuka pendaftaran peserta didik baru. Tingkat keterisian kuota di sekolah-sekolah tersebut rata-rata baru mencapai sekitar 40 hingga 50 persen sehingga kesempatan bagi calon siswa masih terbuka lebar.

Ia kembali menegaskan bahwa kualitas sekolah swasta kini tidak kalah dibanding sekolah negeri. Pemerintah terus mendorong pemerataan mutu pendidikan melalui penerapan standar nasional yang berlaku bagi seluruh satuan pendidikan tanpa membedakan status negeri maupun swasta.

"Ada standar nasional yang memang harus dipenuhi oleh setiap sekolah. Jadi masyarakat sebenarnya tidak perlu khawatir mengenai kualitas pendidikan di sekolah swasta," jelasnya.

Menjawab kekhawatiran masyarakat terkait biaya pendidikan, Anton memastikan Pemerintah Kota Kediri telah menyiapkan berbagai bentuk bantuan. Salah satunya melalui program Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDa) yang diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang bersekolah di lembaga swasta.

Menurutnya, BOSDa bukan program yang menggratiskan seluruh biaya pendidikan, melainkan subsidi yang membantu meringankan beban orang tua sehingga anak-anak tetap bisa mengenyam pendidikan tanpa terkendala faktor ekonomi.

"Program BOSDa memang ditujukan untuk membantu masyarakat kurang mampu. Filosofinya bukan menghapus seluruh biaya sekolah, tetapi memberikan subsidi pembiayaan bagi siswa yang bersekolah di sekolah swasta," paparnya.

Saat ini, sekolah-sekolah swasta di Kota Kediri juga mulai melakukan pendataan terhadap peserta didik yang masuk kategori keluarga kurang mampu. Data tersebut nantinya diajukan kepada Dinas Pendidikan sebagai dasar penyaluran bantuan BOSDa kepada siswa yang memenuhi persyaratan.

Melalui berbagai upaya tersebut, Dinas Pendidikan berharap tidak ada lagi anak usia sekolah di Kota Kediri yang putus sekolah hanya karena persoalan biaya maupun tidak diterima di sekolah negeri. Pemerintah menegaskan bahwa setiap anak tetap memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas, baik di sekolah negeri maupun swasta.(red/lis)

0 Komentar

© Copyright 2022 - TOP BERITA
https://www.topberita.online/p/box-redaksi.html