KEDIRI – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Komisariat Kediri-Madiun menggelar Financial Journalist Class sebagai upaya meningkatkan kompetensi insan pers dalam memahami dinamika sektor jasa keuangan. Kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya pemberitaan yang akurat, berimbang, dan edukatif bagi masyarakat.
Program yang diikuti jurnalis dari berbagai media di wilayah eks-Karesidenan Kediri dan Madiun itu menjadi ruang diskusi antara media dengan pelaku industri jasa keuangan. Melalui forum tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai perkembangan sektor keuangan, produk dan layanan lembaga jasa keuangan, hingga perannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala OJK Kediri sekaligus Pembina FKIJK Komisariat Kediri-Madiun, Ismirani Saputri, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas masukan dari insan pers yang menginginkan pendalaman materi mengenai industri jasa keuangan.
Menurutnya, media memiliki peran strategis sebagai jembatan informasi antara lembaga jasa keuangan dan masyarakat. Karena itu, peningkatan kapasitas jurnalis dinilai penting agar informasi yang disampaikan kepada publik semakin berkualitas dan mampu meningkatkan literasi keuangan.
"Kegiatan ini kami selenggarakan sebagai ruang diskusi dan pembelajaran bagi insan pers agar semakin memahami perkembangan industri jasa keuangan. Harapannya, pemahaman tersebut dapat mendukung lahirnya pemberitaan yang akurat, berimbang, dan edukatif," ujar Ismirani.
Ketua FKIJK Komisariat Kediri-Madiun yang juga Area Head Bank Mandiri Kediri, Arie Kusuma, berharap Financial Journalist Class dapat menjadi agenda rutin. Menurutnya, sinergi antara media dan industri jasa keuangan perlu terus diperkuat agar informasi mengenai produk, layanan, inovasi, serta kontribusi lembaga jasa keuangan dapat tersampaikan secara luas dan tepat kepada masyarakat.
Dalam sesi materi, sejumlah lembaga jasa keuangan memaparkan program unggulannya. BRI Cabang Kediri menjelaskan peran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. Sementara PNM Cabang Kediri memaparkan program pemberdayaan usaha ultra mikro melalui Mekaar dan ULaMM, sedangkan Pegadaian Cabang Kediri mengenalkan tabungan emas sebagai salah satu instrumen investasi jangka panjang yang mudah diakses masyarakat.
Melalui kegiatan ini, OJK dan FKIJK berharap media tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga berperan sebagai agen literasi keuangan yang mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan, pemanfaatan produk keuangan yang legal, serta kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kejahatan keuangan seperti investasi bodong dan pinjaman online ilegal.(red/lis)

0 Komentar