KEDIRI - Rencana revitalisasi Pasar Campurejo memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian pihak mendukung karena pasar dinilai akan menjadi lebih representatif, nyaman, dan berpotensi menarik lebih banyak pengunjung. Namun, sebagian lainnya menyampaikan kekhawatiran terkait rencana relokasi pedagang selama proses pembangunan berlangsung.
Relokasi pedagang dinilai menjadi persoalan yang kerap muncul dalam setiap proyek revitalisasi pasar. Pasalnya, lokasi sementara sering kali kurang strategis sehingga berdampak pada penurunan omzet. Kondisi tersebut membuat pelanggan kesulitan menemukan pedagang yang biasa mereka datangi.
Tn, 42, warga Kelurahan Campurejo, Kecamatan Mojoroto, mengaku cemas jika relokasi benar-benar dilakukan. Menurutnya, penghasilan keluarganya sangat bergantung pada aktivitas berdagang di Pasar Campurejo.
"Saya senang kalau pasar dibangun menjadi lebih baik. Namun di sisi lain saya khawatir karena relokasi bisa memengaruhi pendapatan," ujarnya.
Kekhawatiran serupa juga disampaikan Joko, 50, warga Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto. Ia menilai relokasi hampir selalu diikuti penurunan penjualan. Selain itu, pembagian lapak sementara juga kerap menjadi persoalan di kalangan pedagang.
"Biasanya kalau ada relokasi, pedagang mengeluhkan omzet yang turun. Belum lagi masalah pembagian lapak," katanya.
Joko berharap Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri dapat menentukan lokasi relokasi yang tidak jauh dari pasar lama. Ia juga meminta proses penataan pedagang dilakukan secara transparan dan sesuai prosedur agar tidak menimbulkan dugaan kecurangan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Disperdagin Kota Kediri, M. Ridwan, mengatakan bahwa lokasi relokasi diupayakan tetap berada di sekitar Pasar Campurejo mengingat kawasan tersebut memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Ridwan menjelaskan, sosialisasi revitalisasi kemungkinan dilakukan pada tahun ini. Namun, pelaksanaan relokasi berpeluang baru dimulai pada tahun depan, bergantung pada persetujuan serta alokasi anggaran dari Kementerian Perdagangan RI.
"Jika usulan disetujui dan anggaran dialokasikan pada 2027, maka sosialisasi akan kami lakukan pada akhir tahun ini. Namun semuanya masih menunggu keputusan pemerintah pusat," jelasnya.
Ia menambahkan, Pasar Campurejo memiliki posisi yang sangat strategis karena berada di kawasan pendidikan, pondok pesantren, serta permukiman warga. Selain itu, jaraknya yang cukup jauh dari pasar tradisional lain membuat pasar tersebut menjadi salah satu pusat kegiatan ekonomi masyarakat.
"Lokasi Pasar Campurejo sangat potensial. Selain dekat dengan kawasan pendidikan dan pondok pesantren, keberadaannya juga melayani masyarakat karena tidak berdekatan dengan pasar tradisional lainnya," ungkap Ridwan.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Kediri bersama Kementerian Perdagangan RI merencanakan revitalisasi Pasar Campurejo dengan estimasi anggaran mencapai belasan miliar rupiah. Meski demikian, hingga kini pemerintah masih melengkapi berbagai persyaratan administrasi. Kepastian pelaksanaan proyek tersebut masih menunggu persetujuan dari pemerintah pusat. (red/hep)

0 Komentar