Breaking News

1.400 Anak TK Ikuti Lomba Mewarnai Bertema Lingkungan di Taman Brantas Kediri

 

(by antara news)

KEDIRI –
Upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan terus dilakukan Pemerintah Kota Kediri sejak usia dini. Salah satunya melalui kegiatan lomba mewarnai yang mengangkat tema pengelolaan sampah dan diikuti ribuan siswa taman kanak-kanak (TK) dari berbagai wilayah di Kota Kediri.

Kegiatan yang berlangsung di kawasan Taman Brantas tersebut tidak hanya menjadi ajang bagi anak-anak untuk menunjukkan kemampuan menggambar dan mewarnai. Di balik kegiatan tersebut, terselip pesan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan serta membiasakan diri mengelola sampah dengan benar.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan pengenalan terhadap persoalan lingkungan perlu dilakukan sejak anak masih berada pada usia dini. Menurutnya, kebiasaan menjaga lingkungan akan lebih mudah terbentuk apabila dikenalkan melalui kegiatan yang menyenangkan.

Pemkot berharap anak-anak tidak hanya memahami pesan lingkungan selama mengikuti perlombaan, tetapi juga mampu menerapkannya di rumah maupun lingkungan sekitar.

Kenalkan Pemilahan Sampah

Tema pengelolaan sampah menjadi salah satu materi utama yang diperkenalkan kepada peserta. Anak-anak diajak memahami bahwa sampah tidak seharusnya dibuang begitu saja, melainkan perlu dipilah sesuai jenisnya.

Pemilahan tersebut dapat dilakukan dengan memisahkan sampah organik dan anorganik. Kebiasaan sederhana ini diharapkan dapat dimulai dari lingkungan keluarga.

Saat berinteraksi dengan peserta, Vinanda melihat sebagian besar anak sudah cukup memahami pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Bahkan, beberapa di antaranya telah mengetahui bahwa sampah harus dipisahkan berdasarkan jenisnya.

Edukasi dengan cara yang ringan seperti lomba mewarnai dinilai dapat membuat anak lebih mudah menerima pesan yang disampaikan.

Selain membangun kepedulian lingkungan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi anak untuk mengembangkan kreativitas. Mereka diberi kebebasan dalam menentukan warna dan mengekspresikan gagasan melalui gambar yang telah disiapkan panitia.

Sampah Ternyata Punya Nilai Ekonomi

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri Indun Munawaroh menambahkan bahwa edukasi kepada anak tidak berhenti pada persoalan kebersihan.

Anak-anak juga mulai diperkenalkan pada konsep bahwa sebagian sampah memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik.

Sampah yang sudah dipilah dapat dikumpulkan dan disalurkan melalui bank sampah. Material yang masih memiliki nilai jual kemudian dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan tambahan pemasukan.

Konsep tersebut sekaligus memberikan pemahaman kepada anak bahwa menjaga lingkungan dapat memberikan manfaat ekonomi apabila dilakukan secara konsisten.

Edukasi Lingkungan Sekaligus Belajar Menabung

Menariknya, kegiatan ini juga menghubungkan edukasi lingkungan dengan kebiasaan menabung. Para peserta direncanakan mendapatkan tabungan dengan saldo awal Rp5.000.

Dengan konsep tersebut, anak-anak tidak hanya diajak mengenal pentingnya memilah sampah, tetapi juga diperkenalkan pada kebiasaan menyisihkan dan menyimpan uang sejak dini.

Pesan yang ingin dibangun adalah sampah yang dikelola dengan benar dapat memiliki nilai, sedangkan hasil pengelolaannya dapat dimanfaatkan untuk sesuatu yang bermanfaat, termasuk ditabung.

Bagi anak-anak, konsep tersebut dapat menjadi pengalaman sederhana untuk memahami hubungan antara menjaga lingkungan, mengelola barang bekas, dan belajar mengatur keuangan.

Diikuti Lebih dari 1.400 Anak

Kegiatan di Taman Brantas Kota Kediri tersebut diikuti lebih dari 1.400 peserta yang berasal dari TK se-Kota Kediri.

Jumlah peserta yang besar menunjukkan antusiasme sekolah maupun orang tua dalam mendukung kegiatan edukasi lingkungan bagi anak.

Panitia memberikan gambar dengan tema pengelolaan lingkungan untuk kemudian diwarnai peserta. Anak-anak diberikan ruang untuk berkreasi sesuai imajinasi masing-masing.

Selain mendapatkan tabungan, peserta yang berhasil menjadi pemenang juga memperoleh uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas mereka.

Pemkot Kediri berharap kegiatan semacam ini tidak berhenti sebagai perlombaan sesaat. Nilai-nilai yang diperkenalkan kepada anak diharapkan dapat diteruskan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah, menjaga kebersihan hingga membangun kebiasaan menabung.

Dengan membiasakan perilaku tersebut sejak usia dini, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi masyarakat yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan mampu memahami pentingnya mengelola sumber daya secara bijak.

(Red/lis)

0 Komentar

© Copyright 2022 - TOP BERITA
https://www.topberita.online/p/box-redaksi.html